Rabu, 29 Juni 2011

Masyarakat Kuningan Sambut Program JAMPERSAL

MASYARAKAT KUNINGAN SAMBUT BAIK PROGRAM JAMPERSAL

 
Poto Bangunan Rumah Saki 45 Kuningan

NUANSA POS
Sejumlah ibu hamil (Bumil) di Kab. Kuningan menyambut gembira atas digulirkannya program Jaminan Persalinan (Jampersal). Mereka akan memperoleh jaminan persalinan yang dimulai awal April lalu dengan fasilitas kamar kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ’45 Kuningan.
“Mereka yang ditangani RSU setelah mendapat rujukan berjenjang dari bidang desa dan Puskesmas setempat. Jampersal adalah jaminan pembiayaan yang digunakan untuk pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk pelayanan KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir bagi mereka yang belum mempunyai jaminan persalinan,” kata Direktur RSUD ’45 Kuningan, dr. HM.Afif Kosasih M.Kes., Selasa pekan lalu.
Sedangkan sasaran Jampersal diperuntukan bagi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas (sampai 42 hari pasca melahirkan dan bayi baru lahir sampai dengan usia 28 hari. Mereka yang memperoleh Jampersal tidak hanya orang miskin, tapi semua yang tercantum dalam ketentuan tersebut berhak memperoleh Jampersal. Termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) apabila melahirkan anak ketiga diluar tanggungan Askes bias memperoleh jampersal sebagaimana ketentuan tersebut.
Namun demikian, bukan berarti setiap ibu hamil bisa melahirkan di RSU dengan harapan memperoleh Jampersal. Mereka harus dilengkapi dengan rujukan berjenjang berkualitas dari mulai bidan desa dan Puskesmas setempat, maka persalinannya dapat ditangani RSU. Karenanya, rumah sakit sekarang menghadapi permasalahan tempat mengingat banyak ibu melahirkan yang datang setelah melalui rujukan berjenjang. Ruang lingkup pelayanan Jampersal di rumah sakit diberikan oleh tenaga kesehatan spesialistik.
Menurut keterangan, RSU Kuningan telah menyediakan 50% dari tempat tidur yang ada. Untuk melayani peserta Jampersal, RSU Kuningan masih memerlukan sebanyak 32 tempat tidur lagi yang meliputi sebanyak empat kamar/ ruang. Upaya mengantisipasi membludaknya pasien Jampersal, maka RSU (untuk sementara) akan menitipkan pada rumah sakit swasta dan jangka panjang membangun sarana ruangan dan menambah tempat tidur.
Sejak diberlakukan Jampersal awal April lalu, beberapa pasien telah memasuki ruang kelas tiga untuk memeproleh pelayanan dengan tanggungan pemerintah. Sedangkan tujuan pemerintah melaksanakan program Jampersal secara umum antara lain, untuk menjamin akses pelayanan persalinan yang dilakukan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. >>ASEP*Tim

Selasa, 28 Juni 2011

ULUM DI KARAWANG BARAT SEMPAT MOLOR

Ulum di Karawang Barat Sempat Molor
Karawang, Nuansa Metro.
            Ulangan Umum bagi SDN/Mi di Karawang Barat sempat molor. Diduga Hal itu terjadi karena pihak ketiga atau pencetak soal Ulangan Umum Sekolah dasar dan MTs terlambat dalam mendistribusikannya. Hingga menyebabkan para kepala sekolah dan guru pengajar SDN/MI di Karawang Barat sempat mengalami keresahan. Mereka menyayangkan dengan kejadian yang seharusnya tidak perlu terjadi itu. Bahkan ketika diwawancarai oleh wartawan, mereka (para Guru dan Kepala Sekolah-Red) juga sempat  menyebut salah satu nama orang yang diduga ditengarai sebagai pihak ke tiga (pencetak soal ulangan umum) bagi SDN dan MI, yaitu Pr.
            Seperti penuturan beberapa pengajar di SDN yang ada diwilayah UPTD Karawang Barat. Mereka menyesalkan dengan kejadian diundurnya kegiatan Ulum tersebut, Ulum yang seharusnya dilaksanakan hari Senin (13/06) ini malah molor menjadi hari Rabu (15/06). “Tau neh si Pr, pelaksanaan Ulum menjadi molor gini. Padahal rencana yang seharusnya Senin (13/06), ini malah molor jadi hari Rabu (15/06).” gerutu pengajar di salah satu SDN yang ada di Kelurahan Nagasari Karawang Barat   
            Lain lagi yang diungkapkan pengajar di SDN yang ada di wilayah Kelurahan Karangpawitan, mereka juga membenarkan bahwa adanya keterlambatan pendistribusian soal Ulum bagi sekolahnya. “bener pak, Ulum jadi sempat molor gara-gara pendistribusiannya terlambat. Orang tua murid juga pada nanyain. Ya kami jawab aja soal ulum-nya belum datang dari Dinas. Padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini. Ini harus menjadi perhatian pihak Diknas kedepannya”  beber sumber dengan nada kecewa.
            Saat masalah ini akan dikonfirmasikan kepada Kepala UPTD Pendidikan Karawang Barat, beliau tidak berada ditempat. Menurut salah satu staff kantor setempat, Ka UPTD sedang ada acara ke Pemda Karawang. “Bapak sedang ada acara ke Pemda, kang” katanya singkat.
            Ditempat terpisah, Tatang Suryadi Ketua LSM MPPN, mengatakan, seharusnya Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Karawang peka terhadap masalah ini. Karena ini menyangkut orang banyak. Hal terkecil saja sudah begini, apalagi mengurus hal yang besar. “Kalau memang Eka (Kadinas Pendidikan) peduli. Harus berani tegur itu bagian pendistribusian Soal Ulum, kalau ada pihak ketiga dalam hal ini pencetak soal Ulum dan juga Ka UPTD Karawang Barat juga harus ikut bertanggungjawab dengan sempat molornya pelaksanaan Ulum SDN/MI di Karawang Barat, agar peristiwa seperti itu tidak terulang kembali kedepannya” tegas Tatang. (Tim)

LSM Laskar Karawang Sambangi Kantor Kajari Karawang



LSM Laskar Karawang Sambangi Kantor Kejari Karawang
Karawang, Nuansa Metro –
Kantor Kejaksaan Negeri Karawang digoyang demo masyarakat Karawang yang menghendaki kinerja penegak hukum ini supaya segera memberantas korupsi yang dilakukan oknum pejabat Pemkab Karawang.

Seringnya kejaksaan negeri karawang di demo, bukti nyata kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum yang satu ini. Seperti Kamis (16/06) ratusan masa yang meng-atas namakan dari LSM Laskar Karawang dan Madani Institute menggelar demo di halaman Kejaksaan Negeri Karawang.

Pendemo longmart dari kantor DPP LSM Laskar Karawang yang  jaraknya sekitar enam kilometer, sambil meneriakkan yel – yel anti korupsi di tubuh Pemkab Karawang. Sesampainya di Kejaksaan Negeri Karawang, ratusan pendemo yang berkendaraan roda empat dan roda dua itu langsung memasuki halaman kantor kejaksaan Karawang pendemo, petugas kejaksaan dan pihak kepolisian berjaga-jaga, karena pendemo ingin bicara langsung dengan Kajari.

Aksi demo damai itu langsung ditanggapi oleh Kajari, Ny. Katarina Endang S, SH. MH, kemudian beberapa perwakilan dari dua aliansi dipersilahkan untuk menyampaikan aspirasinya tersebut. Setelah masing-masing menyampaikan aspirasinya tentang kasus korupsi di tubuh Pemkab Karawang. Kajari langsung menjawab dengan lugas dan siap menampung segala aspirasi para pengunjuk rasa. “Kami akan menampung aspirasi saudara-saudara sekalian, dan tentunya apa yang saudara kehendaki tentang pengungkapan kasus dugaan korupsi ditubuh pemda karawang, akan kami proses sesuai aturan hukum yang berlaku. Dan tentunya kami tidak akan tebang pilih dalam memprosesnya” tegas Katarina.

Para pendemo dalam orasinya secara bergantian, yakni  Asep Irawan, dari Madani Instite dan Suparno Ketua LSM Laskar Karawang. mereka mendesak supaya Kejari Karawang segera mengusut tuntas kasus korupsi di tubuh Dinas Bina marga dan Pengairan Karawang, RSUD Karawang, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Koperasi, Dinas Pendidikan dan Olah Raga, Bank Jabar, juga kasus gratifikasi di sekretariart DPRD Karawang. 

Perwakilan pendemo mengungkapkan, beberapa laporan masyarakat sudah dilakukan tindakan, tapi sampai saat ini belum ada satupun dari kasus korupsi tersebut yang dituntaskan. Menurut pendemo, kejaksaan seharusnya melakukan tindakan – tindakan hukum secara profesional bukan malah melakukan langkah – langkah yang keluar dari tugas pokok dan fungsinya, sehingga membuat mandulnya kejaksaan dalam menangani kasus korupsi di Karawang. 

“Kami berharap banyak agar pihak kejaksaan menuntaskan segala kasus korupsi di Karawang, kami akan terus memantau kinerja aparat kejaksaan. Bilamana aparat kejaksaan takut terhadap adanya tekanan dari luar, kami Laskar Karawang siap untuk menjadi benteng terdepan kejaksaan Karawang“ ujar Suparno yang biasa dipanggil Uwa ini. (Tim)